Home > News > Bupati Sinjai Bersama Forkopimda dan Gugus Tugas Pertajam Penanganan Covid-19

Bupati Sinjai Bersama Forkopimda dan Gugus Tugas Pertajam Penanganan Covid-19

Sinjai. Rn. Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa melakukan diskusi bersama Forkopimda dan Gugus Tugas di ruang media center Gedung Pertemuan Sinjai, Selasa (05/05/2020) malam, guna mengevaluasi pelaksanaan langkah dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam penanganan Covid-19.

Nupati Sinjai, AndiSeto Gadhista Asapa

Selain itu, dalam diskusi ini juga dibahas tentang perkembangan data dan informasi terkini terkait kasus Covid-19 dengan segala dampak dan implikasinya di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa mengungkapkan, bahwa diskusi ini digelar untuk memastikan apakah semua kebijakan dan langkah yang telah disepakati dalam upaya penanganan Covid-19 berjalan baik, untuk kemudian menjadi bahan bersama dalam mempertegas efektifitas pelaksanaannya.

Rapat evaluasi Gugus Tugas Covid-19

Diskusi ini juga diharapkan dapat memberikan kepastian kepada kita semua jika semua permasalahan yang dihadapi oleh warga masyarakat, khususnya yang terkait dengan Covid-19, telah atau dapat tertangani dengan baik, sehingga warga masyarakat dapat tetap tenang dan tidak panik.

Sementara itu, Ketua DPRD Sinjai, Lukman Arsal mengungkapkan, bahwa kinerja pemerintah daerah bersama gugus tugas dalam menangani dan merespon dampak Covid-19 ini, telah berjalan dengan baik dan hal itu patut untuk tetap kita apresiasi.

Namun upaya dan kerja keras Bupati beserta jajarannya yang didukung sinergitas unsur Forkopimda, sejatinya dapat lebih meningkatkan peran serta masyarakat secara aktif dalam mematuhi dan melaksanakan seluruh imbauan pemerintah daerah, khususnya yang terkait dengan penerapan protokol kesehatan. Jelasnya.

Untuk itu, mantan birokrat Pemkab Sinjai ini, meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai, agar dapat mendisiplinkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemkab Sinjai dalam melaksanakan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker dan jaga jarak, sehingga ASN ini bisa menjadi teladan bagi warga masyarakat lainnya.

Sedangkan terkait dengan riak yang muncul secara kasuistis di tengah-tengah masyarakat pada wilayah terdampak pasien positif Covid-19, politisi partai Gerindra ini menilai sebagai indikasi belum meratanya pemahaman warga terhadap Covid-19, sehingga sangat tepat jika Bupati telah membentuk tim edukasi.

“Kita berharap tim edukasi yang telah ada, dapat secara massif melakukan kegiatan edukasi sampai pada tingkat desa guna meningkatkan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat,” harapnya.

Terkait dengan itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sinjai, Ajie Prasetya juga menyampaikan perlunya peningkatan peran para kepala desa dalam penerapan protokol kesehatan, bahkan untuk penjabarannya lebih jauh, pemerintah desa dapat membentuk gugus tugas pada tingkat RT.

“Ini menjadi penting, karena dengan kebaradaan gugus tugas RT, maka pendataan dan pelaporan akan berjalan secara berjenjang, mulai dari tingkat bawah sampai pada tingkat kabupaten, bahkan dalam hal keperluan tracking, keberadaan gugus tugas RT akan lebih memudahkan pendataan dan penelusuran kontak”. Terang Kajari.

Kemudian untuk penajaman pelaksanaan penanganan Covid-19 ini, Kajari menekankan pada aspek evaluasinya ketimbang sosialisasinya, berbagai langkah dan kebijakan yang ada perlu untuk dievaluasi pelaksanaannya untuk menyempurnakan kekurangan yang masih ada, jelasnya.

Dalam kaitannya dengan peran masyarakat desa, Waka Polres Sinjai, Kompol Syarifuddin, memaparkan  keberadaan posko relawan Covid-19 di Lingkungan Bongkong, Kelurahan Samaenre, Kecamatan Sinjai Tengah.

Menurutnya, keberadaan posko yang didirikan masyarakat itu, menjadi bukti nyata adanya peran serta masyarakat dalam memutus penyebaran Covid-19, termasuk dalam hal penyediaan rumah isolasi mandiri.

Atas berbagai masukan dan informasi yang disampaikan peserta diskusi, Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa juga menyampaikan jika selain masker, para pedagang, khususnya di pasar sentral Sinjai, juga perlu diajak untuk menggunakan sarung tangan.

Diakhir diskusi, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Andi Suriyanto Asapa yang juga merupakan juru bicara pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19, memaparkan perkembangan data terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Sinjai.

Kadis yang akrab disapa dr. Dedet ini mengungkapkan, bahwa sampai dengan keadaan Selasa (05/05/2020) jam 22.45 wita, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sudah mencapai angka 65,  dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 221, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 20 orang.

Sedangkan jumlah warga yang diisolasi pada Hotel Sinjai yang telah dijadikan ruang isolasi sebanyak 13 orang, jelasnya.

Kadis Kesehatan mengakui, bahwa dengan perkembangan data, baik OTG, ODP dan PDP, menuntut kerja yang lebih keras lagi dari para petugas kesehatan, sehingga ia berharap doa semua pihak agar angka terkonfirmasi positif tak lagi bertambah yang pasti akan membawa berbagai konsekwensi lebih berat lagi, pungkasnya.

Komentar Facebook