Home > News > Jaga kesehatan dan tetap Waspada Sinjai kini berstatus Zona merah

Jaga kesehatan dan tetap Waspada Sinjai kini berstatus Zona merah

Sinjai_Rn- Sehari setelah Andi Fashar Mahdin Padjalangi selaku Bupati Bone menyatakan tiga warganya positif covid-19  (30/4/2020).

Kini giliran Kabupaten Sinjai  yang akhirnya ditetapkan sebagai zona merah, setelah keluarnya hasil tes sampel swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

 Setelah tujuh orang terkonfirmasi positif covid-19 (korona). Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), menyampaikan “dari tujuh kasus corona, enam diantaranya warga Sinjai yang baru kembali dari Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur dua pekan lalu. Sementara satu diantaranya, asal Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone yang berdomisili di Makassar sebelumnya telah memeriksakan diri ke Bone”

Dalam konfrensi Pers di Hotel Sinjai, Jumat siang 1/5/2020 ASA memastikan kasus Corona yang saat ini menjadi rumor masyarakat Sinjai adalah kasus corona impor

juru bicara satuan gugus tugas (satgas) percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Sinjai dr. A. Suryanto Asapa menegaskan pihaknya langsung melakukan tracking kontak untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Sesuai protap penanganan virus corona, kita tentu lakukan tracking kontak mulai dari keluarga dekat hingga orang yang pernah kontak dengan pasien yang dinyatalan positif,” ucapnya.

Andi Suryanto menjelaskan, tracking kontak dilakukan kepada siapa saja yang pernah kontak dengan 6 pasien yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan Jawa Timur.

Apalagi, pasien berstatus positif ini merupakan pasien yang tidak memiliki gejala atau OTG dan sering berinteraksi dengan warga yang ada di sekitarnya.

“Semua yang pernah kontak dengan 6 pasien positif itu kita lakukan tracking sampai tuntas termasuk petugas kesehatan yng menjemput juga kita periksa,  rumah pasien juga kita semprot cairan disinfektan,” kayanya.

Keluarga maupun yang pernah kontak langsung akan menjalani rapid test . “Yang pernah kontak dengan 6 orang ini sangat banyak apalagi mereka sudah dua minggu disini, jadi semakin banyak lagi pemeriksaan yang akan kita lakukan, ” katanya.

A. Suryanto Asapa juga berharap kepada masyarakat yang merasa pernah bersentuhan atau kontak dengan pasien yang dinyatakan positif agar sekiranya secara sukarela untuk memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat (ki/w)

Komentar Facebook