Home > Edukasi > Mengintip Perhatian Bupati Terhadap Banjir di Tengah Pandemi Corona

Mengintip Perhatian Bupati Terhadap Banjir di Tengah Pandemi Corona

Oleh Awaluddin Adil

SINJAI. Rn. Disaat negeri ini dilanda wabah corona yang oleh Pemerintah telah menetapkannya sebagai bencana non alam secara nasional, musibah lainya yang dikategorikan sebagai bencana alam, juga menerpa.

Penanganan Darurat Dengan Mengevakuasi Sumbatan pada saluran di RSUD

Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir dan genangan air, angin kencang yang berdampak terhadap tumbangnya sejumlah pohon, pergerakan tanah dan longsor pun terjadi di berbagai titik.

Siapapun, tentu tidak pernah menginginkan adanya musibah ini, sehingga pemerintah bersama dengan seluruh lapisan masyarakat, juga tak henti berpikir, bekerja, berupaya tanpa pernah memutus doa untuk menghindar dari seluruh dampak yang ditimbulkannya.

Demikian halnya dengan kondisi genangan air yang dalam dua hari terakhir kembali terjadi pada sejumlah titik di ibukota Kabupaten Sinjai, mulai dari jalan raya, rumah penduduk, rumah dinas para pejabat hingga ruang-ruang fasilitas pelayanan dan perkantoran.

Begitu pula pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai yang saat ini di dalamnya terdapat pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang tengah menjalani perawatan, tak luput dari limpahan genangan air.

Redaksi mencatat, kejadian genangan air dalam kota Sinjai saat musim hujan tiba, sudah menjadi peristiwa tahunan sejak lama yang dialami oleh kepala daerah dalam periode masa kepemimpinannya yang terus berkembang sampai sekarang.

Telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dari periode kepemimpinan bupati sebelumnya sampai dengan hari ini, terutama pada saat musim hujan tiba yang rutin menghadirkan genangan, seakan turut memaksa pemerintah untuk mencurahkan kembali perhatiannya.

Memang tidak mudah mengatasi masalah genangan air dalam kota Sinjai yang karena wilayah gegografisya berbentuk cekungan dan bersentuhan langsung bibir pantai dengan kondisi daratan kota yang berada di bawah permukaan air laut, sehingga pada saat curah hujan tinggi bertemu dengan pasang air laut, pasti terjadi genangan, dan bahkan bisa terjadi luapan air yang lebih besar di permukaan.

Kesulitan lainnya, Sinjai juga diapit Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membelah kota, yaitu DAS Tangka serta DAS Mangottong dan Bontompare, disamping buruknya sistem drainase dan masih rendahnya kesadaran beberapa warga untuk berpartipasi aktif menjaga optimalnya fungsi drainase.

Bahkan jika dicermati saat ini, pendangkalan dan penyempitan drainase, bukan hanya disebabkan oleh sampah dan sedimentasi, tetapi beberapa kanal yang sudah tertutup cor beton, disamping sejumlah bagian bangunan rumah warga yang berada pada tubuh kanal, telah turut memperburuk fungsinya.

Lalu diam dan pasrahkah pemerintah daerah dengan masalah klasik ini, apalagi kembali terjadi di tengah merebaknya pandemic korona yang telah menguras banyak pikiran dan tenaga.

Jawabnya tentu tidak, malah sejak bulan Januari lalu, Bupati sudah membetuk Satgas Siaga Bencana dibawah koordinator Komandan Kodim 1424 dan Kapolres Sinjai yang juga telah bekerja melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap ancaman banjir dan pohon tumbang pada musim penghujan tahun 2020.

Namun, karena memang tingkat permasalahan yang demikian rumit, kejadian berulangnya genangan belum dapat ditepis dari langkah yang telah dilakukan.

Di tengah berulangnya genangan air ini, Bupati Andi Seto Gadhista Asapa memerintahkan Kepala BPBD Sinjai untuk segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR melakukan penanganan bersama dengan sasaran prioritas utama pada tempat pelayanan publik, seperti pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sinjai.

Bahkan Camat Sinjai Utara dan para Lurah telah diminta turun tangan untuk segera melakukan upaya penanggulangan di wilayahnya masing-masing dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya.

Hasil pemantauan di lapangan, pihak Dinas PUPR masih melakukan pengukuran elevasi untuk menentukan langkah penanggulangan selanjutnya, sehingga pihak-pihak yang tadinya sudah berada pada sejumlah titik yang diduga mengalami penyumbatan, kembali menunggu rekomendasi teknis dari Dinas PUPR.  

Komentar Facebook